Jenis perawatan apa yang paling mudah melukai area kewanitaan? Ternyata kebiasaan membersihkan dari dalam ke luar justru perlu dihindari
Saat merawat area kewanitaan, banyak wanita sangat memperhatikan kebersihan, bahkan menggunakan berbagai produk dengan harapan menjaga kesehatan area intim. Namun, membersihkan secara berlebihan atau dengan cara yang tidak tepat justru dapat menyebabkan iritasi dan gangguan pada vagina.
Beberapa cara merawat area kewanitaan dengan benar
- Bersihkan bagian luar vagina dengan air hangat saat mandi. Jika diperlukan, gunakan sabun tanpa pewangi dan dengan sedikit busa. Bagi yang memiliki kulit sensitif atau sedang mengalami infeksi, bahkan sabun yang lembut pun dapat menyebabkan kekeringan dan iritasi sehingga sebaiknya dihindari.
- Membersihkan bagian luar area intim juga tidak perlu dilakukan terlalu sering. Tidak perlu mencuci setiap kali selesai buang air kecil, cukup dibersihkan saat mandi setiap hari. Hindari menggosok terlalu keras karena dapat menyebabkan iritasi, bahkan pada beberapa kasus dapat memicu pembesaran pada area intim.
- Hindari penggunaan tampon, pembalut, bedak, atau semprotan berpewangi karena produk-produk tersebut dapat meningkatkan risiko infeksi vagina.
Tinggalkan data Anda untuk mendapatkan promo dan konsultasi gratis.
- Saat memilih cairan pembersih kewanitaan, perhatikan tingkat pH-nya. Secara normal, pH area vagina berkisar antara 3,5–5. Oleh karena itu, sebaiknya pilih produk dengan pH yang sesuai agar dapat membantu menjaga keseimbangan alami dan melindungi area kewanitaan dari bakteri.
- Jangan melakukan vaginal douche atau membersihkan bagian dalam vagina dengan semprotan air bertekanan tinggi. Cara ini justru dapat mendorong kotoran masuk lebih dalam dan meningkatkan risiko infeksi yang lebih serius.

